Monday, March 16, 2009

Sepotong Dimensi


Aku adalah seorang pelaut. Dan setiap senti diriku menyatu dengan air yang beriak di bawahku dan dengan langit diatasku. Di sekitarku adalah kekosongan tak bertepi dengan sinar matahari menyengat dan bumi yang tak menapak. Lupakah aku pada daratan? Atau daratan kah menjauh, tak lagi merengkuhku, tak lagi menjagaku?




Aku adalah seorang pemburu. Dan senapan di tanganku tak berpeluru. Tak usah kau pikirkan kemana arah jalanku karena hanya di dalam kegelapan aku bergerak. Terkadang tanpa arah, entah kemana….entah bagaimana…

Dan bulan di atas itu, bulan itu bukanlah untukku.

Dan sahutan burung hantu itu? Tak juga kudengar..



Terlalu rumit jalan pikiranku. Melebihi rumus-rumus fisika kimia dan semua konstelasi bintang-bintang di luar angkasa. Ciptakan ruang pelampiasan untukku. Ataukah terlalu rapuh kedua kakiku, tak sanggup menopang, tak sanggup bertahan. Jatuh dan sakit. Terkoyak dan terengah. Entah kapan semua kisah dramatis tak menarik ini akan berakhir



Aku muak dengan suara-suara tak berwajah itu dengan kemarahan dan emosi yang meledak-ledak. Desing-desing jeritan dan kilasan warna-warna berputar dalam otakku. Aku takut akanny. Akan apa yang bibir ini akan ucapkan, akan apa yang hati ini kehendaki, akan apa yang akan kusentuh…



Betapa kuberlari dan akhirnya kembali. Lelah dan terlelap…


0 comments: